Mitos Kuliah di Luar Negeri

Banyak orang setuju kuliah ke luar negeri banyak manfaatnya. Tetapi banyak juga yang akhirnya mengurungkan niat ke luar negeri  karena banyak pertimbangan, misalnya karena sudah beranggapan bahwa kuliah ke luar negeri itu pasti sangat mahal, atau orang tua tidak berani melepas anaknya terlalu jauh karena mengkhawatirkan keselamatan anak. Berikut mitos-mitos tentang kuliah di luar negeri yang perlu diketahui.

1. Biaya Kuliah Universitas Luar Negeri Pasti Mahal

Begitu mendengar kuliah ke luar negeri, yang pertama muncul di pikiran biasanya adalah biaya yang sangat mahal. Universitas luar negeri telah memikirkan solusi yang sangat baik, yaitu melalui program jalur (pathway). Tahukah kamu? Dengan program jalur, kamu bisa menghemat hingga ratusan juta.

Program jalur menjamin mahasiswa siap mengikuti perkuliahan di luar negeri. Beberapa program jalur (tergantung kerjasama dengan universitas) bahkan memungkinkan mahasiswa kuliah tahun satu atau dua tahun di dalam negeri, kemudian melanjutkan tahun berikutnya ke univeristas ternama di luar negeri. Jadi, dengan program jalur mahasiswa bisa hemat biaya dan waktu.

2. Biaya Hidup Luar Negeri Pasti Mahal

Biaya hidup di luar negeri itu tergantung gaya hidup. Biasanya untuk tahun pertama, akan lebih hemat bila tinggal di asrama dalam kampus. Dengan demikian dapat menghemat biaya transportasi harian. Menurut pengalaman mahasiswa-mahasiswa yang sudah berkuliah di luar negeri, ada banyak cara untuk berhemat di luar negeri. Selain itu, mahasiswa juga dapat bekerja paruh waktu untuk meringankan biaya hidup, sekaligus menambah pengalaman kerja yang bisa menambah nilai plus untuk Curriculum Vitae (CV) mereka sewaktu melamar kerja nanti.

Salah satu untuk meminimalkan biaya hidup adalah dengan memilih lokasi yang ramah pelajar, misalnya memilih kota pelajar seperti Leeds di Inggris, yang menawarkan harga khusus pelajar hampir di semua tempat, termasuk untuk makan, keperluan dan hiburan.

Membeli asuransi kesehatan juga akan sangat menghemat biaya kesehatan. Di Inggris, mahasiswa mendapat layanan kesehatan gratis. Di Australia, pemerintah setempat mewajibkan mahasiswa untuk membeli asuransi kesehatan OSHC.

3. Sulit Berkomunikasi dengan Keluarga

Komunikasi dari luar negeri ke Indonesia sungguh tidak perlu dikhawatirkan. Dengan majunya teknologi komunikasi, kamu tetap bisa lancar berkomunikasi dengan keluarga dan teman di negara asal dengan biaya terjangkau.

4. Orang Tua Mengkhawatirkan Keamanan Anak

Merupakan hal yang lumrah jika orang tua mengkhawatirkan keselamatan anak. Apalagi jika terpisah ribuan kilometer di luar negeri. Bagaimana jika harus lembur tugas kuliah sampai malam di kampus? Bagaimana jika harus belajar hingga larut malam di perpustakaan sewaktu masa ujian? Sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir karena kebanyakan universitas menyediakan layanan keamanan 24 jam di asrama dan kampus, bahkan juga disediakan fasilitas escort (mengantar pulang) jika mahasiswa pulang malam dari kampus.

Jika tidak mendapatkan tempat tinggal di dalam kampus, universitas juga menyediakan daftar agen akomodasi atau tuan rumah homestay terpercaya.

5. Susah Mendapatkan Visa Kuliah ke Luar Negeri

Sebenarnya, jika telah memenuhi semua persyaratan, pengajuan visa pelajar luar negeri tidaklah susah. Persyaratan umum adalah telah diterima oleh universitas di luar negeri, memiliki paspor yang masih berlaku, kemudian mengikuti prosedur tahap per tahap sesuai petunjuk petugas imigrasi. Tetapi perlu diketahui, butuh waktu untuk mendapatkan visa pelajar, jadi disarankan untuk memulai mengajukan permohonan visa sesegera mungkin setelah mendapat surat penerimaan dari universitas (Letter of Admission).

6. Tidak Betah di Luar Negeri

Banyak yang berpikir pasti berat harus hidup sendiri di luar negeri. Harus mengurus segala hal sendiri, belum lagi jika menemukan kesulitan. Harus bertanya kepada siapa? Bagaimana jika sakit? Bagaimana jika tidak bisa mengikuti pelajaran?

Di kampus, kamu akan menemukan banyak orang yang mengalami hal yang sama, yaitu pertama kalinya hidup jauh dari keluarga. Oleh karena itu kampus pasti mengadakan minggu orientasi sebelum perkuliahan dimulai.Inilah waktunya untuk mengenal kampus, berkenalan dengan dosen, staf universitas, dan teman-teman baru. Kampus akan mengadakan acara-acara menarik untuk mendorong para mahasiswa baru untuk saling memulai pembicaraan dengan orang-orang baru.

Jangan lupa juga, ada banyak komunitas pelajar Indonesia di luar negeri. Biasanya kamu bisa menemukannya di kampus. Mereka adalah sumber yang tepat jika kamu ingin mencari info tentang tempat ibadah, makanan halal, pasar atau supermarket yang menjual Indomie atau masakan Indonesia dan lain-lain. Biasanya mereka juga akan mengadakan acara di hari raya tertentu, misalnya seperti puasa bareng, HUT RI dan lain sebagainya, jadi kamu tidak akan merasa kesepian.

Keenam hal di atas adalah enam mitos yang salah tentang kuliah di luar negeri. Semoga dengan membaca artikel ini Anda jadi tidak ragu untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri.

Banner pinjaman modal ktp - AKS2ADS4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.